Mediasuarabangsa.com //JAKARTA – Di balik besarnya tanggung jawab memimpin institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), ada pesan spiritual yang menjadi perhatian publik. Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., mendapat apresiasi melalui pesan religius yang menyoroti pentingnya wirid dan zikir sebagai bagian dari penguatan keimanan seorang pemimpin.
Apresiasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun media sosial PMD Daarul Mahabbah 4 Lawang. Dalam unggahan itu, wirid disebut sebagai senjata orang beriman, sumber ketenangan hati, sekaligus penguat jiwa dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan kehidupan.
Pesan tersebut mengandung makna mendalam. Bahwa menjadi seorang pemimpin bukan hanya dituntut memiliki ketegasan, keberanian, dan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga harus memiliki fondasi spiritual yang kuat.
Di tengah kesibukan dan beratnya tanggung jawab memimpin institusi sebesar Polri, nilai-nilai keimanan menjadi pengingat bahwa jabatan merupakan amanah, bukan sekadar kehormatan ataupun kekuasaan.
Wirid dan zikir mengajarkan manusia untuk senantiasa mengingat Allah SWT, menjaga kerendahan hati, serta menyadari bahwa setinggi apa pun kedudukan seseorang, tetap ada kekuasaan Allah SWT yang berada di atas segalanya.
PEMIMPIN KUAT BUKAN HANYA KARENA JABATAN, TETAPI JUGA KARENA KETEGUHAN IMAN.
Pesan religius tersebut menjadi refleksi bahwa kepemimpinan ideal harus mampu menyeimbangkan ketegasan dalam menjalankan amanah dengan kelembutan hati, integritas, dan kedekatan kepada Sang Pencipta.
Sebab, kekuasaan dapat memberikan kewenangan, tetapi keimanan menjadi pengingat agar kewenangan itu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pada akhirnya, seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari seberapa besar institusi yang dipimpinnya, tetapi juga dari nilai-nilai moral dan keteladanan yang dibawanya.
Jabatan adalah amanah, pengabdian adalah tanggung jawab, sedangkan iman adalah pengingat agar setiap langkah tetap berada di jalan kebaikan.
Editor : Koko

