Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi resmi menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah berbasis TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah yang kian kompleks, sekaligus wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Rektor UIMSYA, Dr. KH. Ahmad Munib Syafaat, LC., M.E.I, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejatinya telah lama menjadi cita-cita bersama. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi isu sederhana, melainkan tantangan serius yang harus ditangani secara kolektif.
“Alhamdulillah kita dipertemukan dalam keadaan sehat untuk menjalin kerja sama antara kampus dan DLH. Ini sebenarnya sudah lama kita cita-citakan, karena kita memiliki permasalahan yang sama, terutama terkait sampah,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan dengan ribuan civitas akademika, UIMSYA setiap hari juga menghasilkan volume sampah yang tidak sedikit. Hal tersebut menjadi perhatian serius, mengingat dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
“Kita melihat hari ini persoalan sampah sangat memprihatinkan. Hampir semua tempat bisa menjadi lokasi pembuangan sampah, mulai dari sungai, bantaran, parit, hingga lingkungan sekitar rumah. Kalau tidak ditangani bersama, ini bisa menjadi ancaman besar bagi kita semua,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya sebatas pengangkutan semata, tetapi membutuhkan sistem pengelolaan terpadu yang berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui kerja sama ini, UIMSYA berkomitmen untuk ikut berperan aktif, termasuk dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan TPS3R.
“Kami siap menyiapkan lahan sekitar 11 ribu meter persegi untuk pembangunan TPS3R. Silakan nanti dari pihak terkait untuk menindaklanjuti. Harapan kami, ini tidak hanya berhenti di MoU, tapi benar-benar ada implementasi nyata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa sampah sejatinya tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik dan benar. Dengan sistem TPS3R, sampah dapat diolah menjadi produk bernilai guna, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar.
Selain fokus pada pengelolaan sampah, Rektor UIMSYA juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, khususnya dalam hal penghijauan. Ia menilai bahwa budaya menanam harus kembali digalakkan untuk menjaga keseimbangan alam.
“Kita jangan hanya terbiasa membuang, tapi juga harus membiasakan menanam. Kalau hanya membuang tanpa mengolah, maka yang terjadi adalah penumpukan. Ini yang harus kita ubah bersama,” katanya.
Ia bahkan mencontohkan nilai-nilai dalam ajaran agama yang mengajarkan pentingnya proses dan keberlanjutan, sebagai refleksi bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang.
Sementara itu, perwakilan DLH Kabupaten Banyuwangi, Roby Kurniawan, S.T., M.Si, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen UIMSYA yang tidak hanya mendukung secara konsep, tetapi juga menyediakan fasilitas berupa lahan untuk pengembangan TPS3R.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi salah satu solusi konkret dalam mengurangi beban pengelolaan sampah di Banyuwangi, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dan institusi pendidikan dalam menjaga lingkungan.
“Kerja sama ini sangat penting karena penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UIMSYA,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan kerja sama ini dapat terus berkembang dan melahirkan berbagai program inovatif, baik dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, maupun pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.
Dengan adanya MoU ini, diharapkan persoalan sampah di Banyuwangi dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan, serta menjadi contoh sinergi positif antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Editor : Koko.

