Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Tiga periode I Made Cahyana Negara memimpin DPRD Kabupaten Banyuwangi. Tiga periode beliau menjadi Panglima, menjadi penjaga gawangnya rakyat di parlemen.

Dan dalam tiga periode itu, sejarah sudah membuktikan. PDI Perjuangan hattrick di Banyuwangi di bawah komandonya. DPRD yang dulunya hanya tempat debat, kini menjadi rumah pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Tapi setiap pemimpin besar tahu, kapan harus naik kelas.

Jika tiga periode di legislatif adalah tentang membuat aturan dan mengawasi, maka periode berikutnya adalah tentang mengeksekusi. Tentang memimpin langsung birokrasi, tentang memegang kendali pemerintahan, tentang mengubah aturan yang baik menjadi kesejahteraan yang nyata.

Made Cahyana Negara sudah selesai di parlemen. Beliau sudah lulus dengan nilai sempurna sebagai Ketua DPRD.

Sekarang saatnya beliau bergeser. Dari Ketua Dewan menjadi Pemimpin Daerah. Dari yang mengawasi program, menjadi yang menjalankan program.

Banyuwangi butuh pemimpin eksekutif yang paham betul isi dapur birokrasi. Yang tahu persis di mana APBD bocor, di mana program macet, di mana rakyat masih menjerit. Dan siapa lagi yang paling paham, kalau bukan orang yang tiga periode mengawasi semuanya dari kursi Ketua DPRD?

Beliau bukan orang baru. Beliau bukan pendatang. Beliau adalah putra daerah yang sudah 15 tahun lebih mengabdi, yang hafal setiap jengkal persoalan Banyuwangi, dari Kalibaru sampai Kalipuro, dari Wongsorejo sampai Pesanggaran.

Legislatif sudah beliau taklukkan. Sekarang birokrasi menanti untuk dipimpin.

Sudah waktunya Banyuwangi dipimpin oleh orang yang bukan hanya bisa berpidato, tapi bisa bekerja. Bukan hanya bisa mengkritik, tapi bisa memberi solusi.

Sudah waktunya Made Cahyana Negara, dari Panglima Parlemen menjadi Panglima Birokrasi.

Demi Banyuwangi yang lebih maju. Demi wong cilik yang lebih sejahtera.

 

Merdeka !!!

 

Redaksi.