Mediasuarabangsa.com //BANYUWANGI – Aktivitas pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari menyusuri berbagai ruas jalan menjadi perhatian Satlantas Polresta Banyuwangi. Tidak hanya soal tertib berlalu lintas, kondisi kesehatan hingga keterlibatan mereka dalam memberikan informasi terkait keselamatan jalan turut menjadi bagian dari rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

Perhatian tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan dan pemberian bantuan sosial kepada para pengemudi ojol. Pemeriksaan dilakukan untuk membantu memastikan kondisi fisik pengemudi tetap prima mengingat tingginya mobilitas mereka selama bekerja di jalan.

Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara Satlantas Polresta Banyuwangi dan komunitas ojol. Kedekatan mereka dengan kondisi lalu lintas sehari-hari dinilai dapat memberikan kontribusi dalam penyampaian informasi mengenai berbagai persoalan yang ditemukan di jalan.

Wakasat Lantas Polresta Banyuwangi AKP Ridho Rinaldo Harahap, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan komunitas ojol memiliki posisi penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas karena aktivitas mereka hampir setiap hari bersentuhan langsung dengan kondisi jalan.

“Pengemudi ojol adalah bagian dari pengguna jalan dengan mobilitas tinggi. Kami ingin hubungan yang terbangun tidak berhenti pada penegakan aturan, tetapi juga menyentuh kesehatan, keselamatan, dan kepedulian sosial,” ujar AKP Ridho.

Mobilitas tersebut, lanjutnya, juga membuat pengemudi ojol berpotensi menjadi sumber informasi mengenai kondisi jalan, termasuk apabila menemukan kerusakan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

“Kami punya tim sendiri yang kami sebut PJR atau Pencari Jalan Rusak. Kalau rekan-rekan ojol menemukan jalan rusak saat beraktivitas, silakan didokumentasikan kemudian japri ke saya. Informasi itu akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan pihak terkait,” kata AKP Ridho.

Dengan jangkauan aktivitas yang luas, informasi dari pengemudi ojol dapat membantu mempercepat pemetaan kondisi jalan di lapangan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi yang berwenang dalam penanganannya.

Kolaborasi juga diarahkan pada kepedulian ketika menemukan kecelakaan lalu lintas. Salah seorang pengemudi ojol mengatakan komunitasnya siap membantu menjaga kelancaran arus sembari segera menghubungi petugas.

“Kami siap bersinergi dengan Satlantas. Salah satunya dengan membawa peluit, sehingga ketika menemukan kecelakaan lalu lintas kami bisa membantu mengatur arus sementara agar tidak terjadi kemacetan dan segera menghubungi petugas,” ujarnya.

Keterlibatan tersebut bukan untuk mengambil alih penanganan kecelakaan, melainkan membantu menjaga kelancaran arus dan mengurangi risiko gangguan lalu lintas lanjutan sembari menunggu petugas tiba di lokasi.

Melalui rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polresta Banyuwangi menjadikan pertemuan dengan komunitas ojol bukan sebatas kegiatan sosial, tetapi juga ruang membangun komunikasi untuk keselamatan lalu lintas, mulai dari informasi kondisi jalan hingga respons awal ketika menemukan kejadian di lapangan.

Editor : Koko