Mediasuarabangsa.com //SURABAYA – Langkah besar dilakukan Polda Jawa Timur dalam memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. Tidak hanya mengandalkan kekuatan penegakan hukum, kepolisian kini memperluas strategi dengan menggandeng puluhan ribu dai untuk menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran moral, menangkal radikalisme, serta memerangi bahaya narkoba.

 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Silaturahmi Kamtibmas sekaligus Pengukuhan Dai Polri dan Dai Kamtibmas jajaran Polda Jawa Timur yang berlangsung di Gedung Mahameru Polda Jatim, Kamis (5/11/2026).

 

Kegiatan yang dihadiri Kapolda Jatim, Wakapolda, para pejabat utama Polda Jatim, kapolres jajaran, serta sejumlah tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan Islam tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Polri dan elemen keagamaan.

 

Sebanyak 295 undangan tercatat menghadiri kegiatan tersebut.

 

Yang menjadi perhatian utama adalah besarnya kekuatan personel dakwah yang disiapkan untuk mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Polda Jatim memiliki 120 personel Dai Polri, dengan masing-masing polres menyiapkan tiga personel yang mempunyai kemampuan berkhotbah.

 

Sementara itu, jumlah Dai Kamtibmas mencapai 25.485 orang. Mereka berasal dari unsur masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, dengan peran strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan menjaga kerukunan.

 

KAPOLDA JATIM: PERANG NARKOBA HARUS MENYENTUH AKAR PERSOALAN

 

Dalam arahannya, Kapolda Jawa Timur menegaskan pentingnya keterlibatan Dai Kamtibmas dalam upaya pemberantasan narkoba.

 

Menurutnya, perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum. Diperlukan pendekatan pencegahan, pembinaan moral, serta penguatan kesadaran individu agar masyarakat memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika.

 

Kapolda juga menyoroti perlunya metode dakwah yang tepat sasaran. Sebab, para pengedar maupun pengguna narkoba tidak selalu berada di lingkungan masjid atau majelis keagamaan.

 

Karena itu, para Dai Kamtibmas diharapkan mampu hadir langsung di tengah masyarakat, menjangkau kelompok-kelompok yang membutuhkan pembinaan, termasuk mereka yang pernah terjerat persoalan hukum.

 

Bahkan, Kapolda mendorong agar para tahanan di tingkat polres maupun Polda mendapatkan pembinaan rohani secara berkala.

 

Pembinaan tersebut juga diharapkan diberikan menjelang masa pembebasan tahanan, khususnya satu hingga dua jam sebelum mereka kembali ke masyarakat. Tujuannya memberikan pencerahan, memperkuat kesadaran diri, dan mendorong perubahan perilaku agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.

 

BUKAN SEKADAR PENGUKUHAN, DAI JADI MITRA STRATEGIS POLRI

 

Dirbinmas Polda Jatim Kombes Pol Darman, S.I.K., M.Pd., dalam laporan pelaksanaan kegiatan menegaskan bahwa pengukuhan Dai Polri dan Dai Kamtibmas bukan sekadar agenda seremonial.

 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk penguatan tanggung jawab moral dan komitmen bersama untuk menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, harmonis, dan kondusif.

 

Para dai diharapkan mengoptimalkan dakwah yang menyejukkan, moderat, toleran, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Mereka juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus mengambil peran aktif dalam menangkal penyebaran paham radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian, berita bohong atau hoaks, serta berbagai potensi konflik sosial.

 

PERKUAT KETAHANAN MORAL MASYARAKAT

 

Dalam tausyiah penguatan peran Dai Kamtibmas, turut disampaikan pentingnya menjaga kesehatan hati dan keteguhan iman di tengah berbagai tantangan kehidupan.

 

Pesan tentang pentingnya menjadi pribadi yang selalu eling lan waspada menjadi salah satu penekanan. Aparat kepolisian, TNI, dan para dai memiliki tanggung jawab bersama untuk mengajak masyarakat semakin dekat kepada Allah SWT.

 

Bahaya narkoba juga kembali menjadi perhatian serius karena dampaknya dapat merusak kehidupan individu, keluarga, hingga masa depan generasi bangsa.

 

Melalui sinergi kepolisian dan tokoh agama, upaya menjaga keamanan diharapkan tidak hanya bertumpu pada penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga membangun benteng moral di tengah masyarakat.

 

Pengukuhan 120 Dai Polri dan 25.485 Dai Kamtibmas ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemitraan Polri dengan masyarakat.

 

Harapannya, kehadiran para dai tidak hanya memberikan pesan keagamaan di mimbar, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu merawat persaudaraan, mencegah konflik, memerangi narkoba, serta menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif.

Editor : Koko