Mediasuarabangsa.com //Jakarta – Isu mutasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mulai menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Menanggapi hal tersebut, perwakilan Keluarga Besar ABRI Flores–Jawa, Agus Flores, angkat bicara dan memberikan pandangannya secara tegas.

Dalam keterangannya pada Jumat (1/5), Agus menilai bahwa isu mutasi yang beredar saat ini masih sebatas spekulasi dan belum dapat dijadikan acuan pasti. Ia menyebut, mutasi di lingkungan Polri baru dapat dipercaya apabila telah diterbitkan Surat Telegram Rahasia (TR) resmi.

“Isu itu masih sebatas kabar burung. Kalau belum ada TR, ya belum bisa dijadikan pegangan,” ujarnya.

Meski demikian, Agus yang juga dikenal aktif selama delapan tahun menyusun laporan kinerja Polri kepada Joko Widodo itu menyampaikan harapan besar terhadap arah kebijakan mutasi di era kepemimpinan saat ini.

Menurutnya, rotasi jabatan Kapolda harus dilakukan secara selektif dan berorientasi pada penguatan institusi, khususnya dalam mendukung visi pemerintahan Prabowo Subianto.

“Saya berharap beberapa Kapolda di-rolling. Yang tidak mampu mendukung manifestasi kebijakan Presiden harus diganti dengan sosok yang berani dan tegas, terutama dalam memberantas tambang ilegal,” tegasnya.

Ia bahkan mencontohkan perlunya evaluasi terhadap sejumlah wilayah strategis, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan menempatkan figur Kapolda yang memiliki integritas dan keberanian dalam penegakan hukum.

Lebih lanjut, Agus juga menyoroti pentingnya regenerasi di tubuh Polri. Ia menilai pejabat yang telah memasuki masa purna tugas sebaiknya digantikan oleh sosok yang profesional, cerdas, dan bersih dari kepentingan tertentu, khususnya yang berkaitan dengan praktik tambang ilegal.

Tak hanya itu, Agus turut mengingatkan agar proses promosi jabatan tidak dilakukan secara asal, terutama terhadap oknum yang memiliki rekam jejak negatif.

“Jangan sampai ada Wakapolda yang justru dinaikkan jadi Kapolda padahal track record-nya bermain di tambang. Itu bukan memperbaiki, malah memperburuk institusi,” kritiknya.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar reformasi internal Polri terus berjalan, dengan menempatkan integritas dan profesionalisme sebagai dasar utama dalam setiap kebijakan mutasi dan promosi jabatan.

Editor : Koko.