Mediasuarabangsa.com //SITUBONDO – Empat anak di bawah umur asal Desa/Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, diamankan petugas saat berkeliaran di jalanan Kabupaten Situbondo, Kamis (16/4/2026). Mereka ditemukan dalam kondisi kebingungan, tanpa tujuan jelas untuk kembali pulang.

Keempat anak tersebut masing-masing berinisial FN (12), RI (16), RN (12), dan FA (12). Mereka diamankan oleh Satpol PP saat patroli rutin di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Viskanto Adi Prabowo, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, keempat anak itu mengaku tidak tahu arah pulang. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan keluarga mereka.

“Petugas menemukan mereka di jalanan. Saat ditanya, mereka mengaku bingung harus pulang ke mana,” ujar Viskanto saat ditemui di kantornya.

Hasil asesmen Dinas Sosial mengungkap fakta yang lebih memprihatinkan. Keempat anak tersebut kerap berada di jalanan dengan alasan mencari ketenangan. Mereka hidup dalam kondisi keluarga yang tidak utuh dan minim perhatian.

Dari data yang dihimpun, FN (12) merupakan siswa kelas 6 SD yang tinggal bersama kakaknya, sementara kedua orang tuanya bekerja di luar daerah ibunya di Malaysia dan ayahnya di Kalimantan. RI (16) diketahui sudah putus sekolah dan merupakan yatim piatu yang hidup bersama nenek dan kakaknya.

Sementara RN (12), siswa kelas 5 SD, hanya tinggal bersama ibunya setelah ditinggal ayahnya. Kondisi serupa juga dialami FA (12), siswa kelas 6 SD yang juga yatim dan tinggal bersama sang ibu. Keempatnya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Meski sempat diamankan untuk pembinaan dan pendampingan, keempat anak tersebut akhirnya dipulangkan setelah salah satu pihak keluarga datang menjemput. Pertimbangan lain, mereka berasal dari satu kampung yang sama dan bertetangga.

Sebelum dipulangkan, Dinas Sosial memberikan pembinaan serta arahan tegas agar mereka tidak kembali ke jalanan. Pendidikan dan masa depan anak menjadi fokus utama yang harus dijaga bersama.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa persoalan anak jalanan bukan sekadar ketertiban umum, melainkan cerminan persoalan sosial yang lebih dalam mulai dari kemiskinan, keluarga yang rapuh, hingga kurangnya pendampingan terhadap anak.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan tidak menutup mata, karena di balik langkah kecil anak-anak di jalanan, tersimpan persoalan besar yang membutuhkan solusi bersama.

Editor : Koko.