Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Ketua Umum Fast Respon (FR) dan Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan organisasi demi memperkuat peran FR dan FRN sebagai mitra strategis Polri dalam penyebaran informasi positif di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Agus Flores saat berada di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, perkembangan FR dan FRN saat ini tidak terlepas dari peran Sekretaris Jenderal FRN, Imam Rahmat, yang dinilai berhasil memperluas jaringan informasi dan membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai unsur kepolisian.

“Dulu organisasi ini berjalan biasa saja dan masyarakat lebih banyak mengenal Agus Flores sebagai figur utamanya. Namun sejak dipimpin Sekjen Imam Rahmat, perkembangan organisasi sangat signifikan. Banyak anggota Polri yang berkolaborasi dan akun-akun resmi kepolisian juga aktif membangun kemitraan dengan FR dan FRN,” ujar Agus Flores.

Ia menjelaskan bahwa tugas utama organisasi saat ini adalah membantu memperkuat citra dan marwah Polri melalui penyebaran informasi positif di media sosial dan media massa. Menurutnya, tanggung jawab tersebut banyak dijalankan oleh jajaran pengurus yang memiliki kompetensi di bidang digital dan komunikasi publik.

Agus Flores mengungkapkan, saat ini Sekjen Imam Rahmat mengelola puluhan platform media sosial yang digunakan untuk memperluas jangkauan informasi terkait kegiatan dan kinerja kepolisian.

“Sekjen Imam Rahmat saat ini mengelola 29 akun Instagram, satu akun TikTok, dan satu akun Facebook. Seluruh platform tersebut digunakan untuk mempercepat penyebaran informasi positif tentang Polri kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain penguatan media sosial, Agus Flores juga mempercayakan pengelolaan jaringan media online kepada Wakil Ketua Umum FR dan FRN, Mohamad Reza Tangahu, yang saat ini bertugas mengoordinasikan sejumlah media yang tergabung dalam jaringan FRN.

Menurut Agus, keberadaan puluhan media online tersebut menjadi salah satu kekuatan organisasi dalam mempercepat distribusi informasi kepada publik.

“Saat ini terdapat sekitar 24 media online yang menjadi bagian dari jaringan FRN. Sistem yang dibangun memungkinkan sebuah informasi dapat terpublikasi secara serentak dalam waktu relatif singkat. Ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyebaran berita yang akurat dan positif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Flores menegaskan bahwa FR dan FRN akan terus melakukan penguatan organisasi, termasuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi digital guna menjawab tantangan perkembangan media di era modern.

“Kita ingin organisasi ini terus berkembang, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat serta menjadi mitra yang konstruktif bagi Polri,” pungkasnya.

Editor : Koko.