Mediasuarabangsa.com //Jateng – Di tengah kerumunan warga, sosok itu mudah dikenali. Peci hitam bertengger rapi di kepala, jas cokelat membalut tubuhnya, rambut pirang terurai, sorot mata tajam bak garuda, lengkap dengan gelang di tangan, kalung di leher, serta jenggot putih yang menambah wibawa. Tak perlu waktu lama untuk menebak itulah Agus Flores, atau yang dikenal dengan nama lengkap Raden Mas MH Agus Rugiarto SH.

Sebagai pengacara sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon, Agus Flores bukan sekadar figur hukum. Ia telah menjelma menjadi tokoh media sosial yang wajah dan kiprahnya kerap menghiasi jagat maya. Namun lebih dari sekadar popularitas digital, kehadirannya di tengah masyarakat menjadi magnet tersendiri.

Bagi warga, Agus Flores adalah sosok yang serius namun cair. Dalam forum resmi ia tegas dan lugas, tetapi ketika duduk bersama masyarakat kecil, ia tak segan melontarkan lelucon dan cerita ringan yang mencairkan suasana. Gaya komunikasinya menyesuaikan situasi ia mampu berbicara formal di ruang diskusi hukum, dan berubah hangat saat berdialog dengan rakyat.

“Beliau itu tokoh, tapi tidak pernah menunjukkan sikap sombong,” ujar salah seorang warga. Kamis, (19/02/2026).

Kesederhanaan sikap inilah yang membuat namanya semakin dekat di hati masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Agus Flores juga dikenal konsisten menyuarakan dukungannya terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia. Baginya, Polri adalah institusi besar yang bekerja untuk bangsa. Ia kerap menyampaikan bahwa sebagaimana manusia, institusi juga memiliki kekurangan, namun harus terus diperbaiki bersama.

Sikap terbuka dan konstruktif itu membuat masyarakat merasa memiliki jembatan aspirasi. Setiap pengaduan yang masuk kepadanya, menurut warga, selalu diupayakan untuk diteruskan dan dikawal. Bahkan, sejumlah laporan disebut cepat mendapat respons dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Kedekatan Agus Flores dengan berbagai elemen, dari masyarakat kecil hingga pucuk pimpinan kepolisian, menjadi kombinasi unik yang jarang dimiliki tokoh publik lainnya. Ia hadir bukan hanya sebagai pengacara atau aktivis media, tetapi sebagai figur yang membangun komunikasi dua arah antara rakyat dan institusi negara.

Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, sosok seperti Agus Flores menjadi warna tersendiri. Tegas dalam prinsip, hangat dalam pergaulan, dan konsisten membela apa yang diyakininya benar.

Dan ketika peci hitam serta jas cokelat itu kembali terlihat di tengah masyarakat, warga tahu bukan sekadar tokoh yang datang, melainkan seseorang yang siap mendengar dan berbicara untuk mereka.

Editor : Koko.