Mediasuarabangsa.com //Lumajang – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan. Pada Jumat sore, 21 November 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, kawasan di sekitar lereng Semeru dilaporkan mengalami hujan abu vulkanik. Fenomena ini terjadi setelah serangkaian peningkatan aktivitas guguran awan panas dan erupsi ringan yang teramati sejak pagi hari.

Hujan abu turun di sejumlah wilayah yang berada di sektor tenggara hingga selatan gunung, termasuk permukiman warga yang berada pada radius terdampak serta area dekat Jembatan Geladak Perak, salah satu akses penting penghubung Kecamatan Candipuro — Pronojiwo.

Sejumlah warga melaporkan kondisi langit tampak menggelap saat abu mulai turun disertai bau khas material vulkanik. Abu berwarna keabu-abuan juga menempel pada atap rumah, kendaraan, tanaman, hingga menurunkan jarak pandang pengendara di jalur utama menuju Jembatan Geladak Perak.

Petugas gabungan dari BPBD Lumajang, TNI–Polri, serta relawan segera melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Pengguna jalan yang melintas di sekitar Jembatan Geladak Perak diminta untuk mengurangi kecepatan karena permukaan jalan mulai tertutup debu halus yang licin ketika bercampur dengan kelembapan udara.

“Pantauan sementara menunjukkan hujan abu intensitas ringan hingga sedang. Pengendara yang melintas di sekitar jembatan kami imbau menggunakan masker dan mengemudi lebih perlahan,” ujar salah satu petugas pos pantau darurat di lokasi.

Di sisi lain, petugas terus memantau kondisi Jembatan Geladak Perak, yang sejak erupsi besar beberapa tahun terakhir menjadi area rawan material vulkanik dari hulu Curah Kobokan. Meskipun masih dapat dilintasi, aparat melakukan pembatasan dan pemeriksaan jalur untuk memastikan tidak ada peningkatan aktivitas lahar maupun penumpukan material baru yang dapat membahayakan warga.

Warga sekitar juga mulai membersihkan abu yang menumpuk di halaman rumah mereka. Masker dan kacamata pelindung kembali menjadi perlengkapan wajib untuk mengurangi dampak iritasi akibat paparan abu vulkanik. Para petani di wilayah terdampak mengaku khawatir karena hujan abu dapat merusak daun tanaman dan mengganggu hasil panen.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum melaporkan adanya korban jiwa. Namun masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah, terutama terkait potensi erupsi susulan dan bahaya lahar hujan, mengingat musim penghujan sudah memasuki periode intensitas tinggi.

Gunung Semeru, yang dikenal sebagai gunung api strato paling aktif di Jawa Timur, kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bagi seluruh warga di wilayah rawan bencana. Aparat memastikan pemantauan dilakukan 24 jam, sementara jalur menuju Geladak Perak tetap berada dalam pengawasan ketat demi keamanan masyarakat.

Koko.