Mediasuarabangsa.com //SURABAYA – Pergerakan Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, di wilayah Jawa Timur menjadi perhatian. Dalam rangkaian kunjungannya, Agus Flores dijadwalkan menyambangi tiga pucuk pimpinan kepolisian di Surabaya, Situbondo, hingga Banyuwangi.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Ada hal penting yang hendak dibicarakan Agus Flores bersama para pejabat kepolisian di tiga wilayah tersebut.

Di Surabaya, Agus Flores berencana menemui Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Situbondo untuk menemui Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Si., M.Sc.

Tak berhenti di situ, Banyuwangi menjadi titik berikutnya dalam agenda kunjungan tersebut. Agus Flores akan menemui Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Muharman Arta, S.I.K., M.H.

Rangkaian pertemuan dengan tiga pimpinan kepolisian ini memunculkan perhatian tersendiri, terlebih Fast Respon Counter Polri dikenal membawa semangat pengawasan, komunikasi, serta dukungan terhadap institusi Polri.

ADA APA DI BALIK PERTEMUAN TERSEBUT?

Pertanyaan itu menjadi menarik, mengingat Agus Flores tidak hanya menyambangi satu wilayah, melainkan bergerak ke tiga daerah dengan agenda pertemuan bersama pejabat kepolisian setempat.

Meski demikian, substansi pembicaraan dalam pertemuan tersebut belum diungkap secara terperinci. Publik tentu menantikan informasi lebih lanjut mengenai hal-hal penting yang akan dibahas, termasuk kemungkinan adanya gagasan, masukan, maupun langkah strategis yang berkaitan dengan institusi kepolisian.

Sebagai Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores diharapkan dapat terus membangun komunikasi konstruktif dengan jajaran kepolisian, sekaligus mendorong semangat keterbukaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Kini, perhatian tertuju pada tiga wilayah tersebut. Surabaya, Situbondo, dan Banyuwangi menjadi rangkaian perjalanan Agus Flores yang membawa agenda penting bersama para pimpinan kepolisian.

Apa yang sebenarnya dibicarakan? Publik menunggu jawaban dari rangkaian pertemuan tersebut.

Editor : Koko