Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Destinasi Wisata Kampung Nelayan yang berada di wilayah utara Plengsengan Mandar, tepatnya di pantai Ancol, Lateng terus menarik minat pengunjung berkat suasana pesisir yang alami dan aktivitas nelayan yang masih tradisional. Namun, di balik pesonanya, sejumlah pengunjung mulai mengeluhkan kebijakan tarif parkir yang dinilai cukup memberatkan.

Saat ini, setiap pengunjung yang membawa sepeda motor dikenakan biaya parkir sebesar Rp3.000. Kenaikan tarif tersebut memicu beragam tanggapan, terutama dari wisatawan lokal yang rutin berkunjung ke kawasan tersebut.

Salah satu pengunjung, Andi (32), mengaku keberatan dengan tarif parkir yang diberlakukan. Menurutnya, fasilitas di lokasi wisata tersebut masih tergolong sederhana sehingga tarif tersebut dirasa kurang sebanding.

“Kalau fasilitasnya lengkap mungkin tidak masalah, tapi di sini masih sangat sederhana. Rp.3.000,-untuk parkir motor terasa agak mahal,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa pengunjung lainnya yang berharap adanya peninjauan ulang terhadap tarif parkir, atau peningkatan fasilitas agar biaya yang dibayarkan dirasa lebih layak.

Di sisi lain, pihak pengelola kawasan menyebutkan bahwa tarif parkir tersebut digunakan untuk mendukung operasional, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, penataan area parkir, serta keamanan kendaraan pengunjung.

“Kami berusaha menjaga kenyamanan pengunjung. Dana parkir digunakan untuk perawatan dan pengelolaan kawasan,” kata salah satu pengelola.

Meski demikian, pengunjung berharap adanya transparansi penggunaan dana serta peningkatan fasilitas seperti tempat duduk, area berteduh, dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Wisata Kampung Nelayan Ancol Lateng  sendiri memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan daerah. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan kebijakan yang mempertimbangkan kenyamanan pengunjung, kawasan ini diharapkan dapat berkembang tanpa mengurangi minat wisatawan untuk datang hanya Di karenakan besarnya tarif parkir kendaraan.

Red.