Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi, 10 November 2025 – Momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini menjadi refleksi bagi Yayasan Al Ashrof Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Melalui pendirinya, Gus Miftahul Mubin, yayasan yang bergerak di enam bidang salah satunya publikasi dan media massa menyoroti tajam kondisi sejumlah ruas jalan di Banyuwangi yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menurut Gus Miftahul, sepanjang jalur dari Srono menuju dalam kota Banyuwangi, terdapat banyak titik jalan rusak. “Banyak jalan yang berlobang, tambal sulam, bergelombang, bahkan ambles. Saat hujan turun, tak sedikit ruas jalan yang tergenangi air dan sulit dilalui,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Angga, seorang juru parkir di depan Alfamart Srono. Ia mengaku sudah lebih dari lima tahun bekerja di lokasi tersebut dan kondisi jalan di depannya tak kunjung diperbaiki.

“Setiap hujan turun, air menggenang sampai dua hari baru surut. Sudah lama seperti itu,” ujarnya.

Gus Miftahul juga menyoroti ruas jalan di wilayah Desa Wonosobo, tepatnya di atas jembatan sungai kecil. Menurutnya, kondisi jalan di titik tersebut sangat berbahaya.

“Jalan ambles dan bergelombang di atas jembatan membuat kendaraan sering terpental. Ini sangat membahayakan, apalagi bagi pengendara dari luar kota yang tidak hafal kondisi jalan,” tegasnya.

Selain itu, ia menyebut kondisi serupa juga terjadi di depan SPBU 54.684.18 hingga depan RSNU Desa Mangir, yang kerap menjadi langganan banjir saat hujan. Minimnya penerangan jalan di kawasan tersebut turut memperparah situasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Di malam hari, jalan gelap gulita, genangan air tidak terlihat. Sangat berbahaya,” imbuhnya.

Masalah serupa juga ditemukan di depan pintu masuk Taman Wisata Banyuwangi Park, meskipun warga telah berinisiatif membuat lima saluran pembuangan air secara swadaya.

Gus Miftahul menilai kondisi jalan yang banyak ditambal sulam dan tidak rata menunjukkan lemahnya perawatan infrastruktur dasar.

“Ironis sekali, Banyuwangi ini sering digadang-gadang sebagai kabupaten percontohan dan destinasi wisata unggulan. Tapi di sisi lain, masih banyak jalan yang rusak dan membahayakan pengguna,” keluhnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jalan di berbagai titik tersebut.

“Kami berharap ada tindakan nyata dari Pemkab Banyuwangi. Jalan yang baik adalah kebutuhan mendasar masyarakat,” pungkasnya.

Jurnalis : Reza.

Editor : Koko.