Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Proyek Pemeliharaan Drainase di Jalan Piere Tendean, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, menuai kritik pedas. Warga menilai pengerjaan proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2025 itu dilakukan secara serampangan dan berpotensi menimbulkan masalah baru.

Proyek dengan nilai Rp196,8 juta yang dikerjakan oleh CV Griya Aksara Pratama tersebut berada dalam sorotan setelah ditemukan indikasi bahwa sebagian saluran sudah ditutup, padahal aliran air di bawahnya belum berfungsi.

Pantauan di lapangan memperlihatkan adanya beberapa titik galian yang sudah kembali ditutup, namun aliran air masih terlihat tersumbat dan AIR TIDAK BISA MENGALIR SECARA NORMAL.

Kondisi itu memicu dugaan bahwa pengerjaan dilakukan secara terburu-buru tanpa memastikan fungsi utama drainase berjalan.

Seorang pemerhati lingkungan, Koko Edy, yang juga merasakan langsung dampak proyek tersebut saat berada di lokasi, menyampaikan kritik kerasnya.

“Kerjaannya kok begitu, Pak? AIR MASIH BELUM BISA MENGALIR, tapi sebagian sudah ditutup. Kalau hujan turun, ya banjir lagi. Ini sama saja mengulang masalah,” tegas Koko, Senin (1/12/1025) siang.

Keluhan serupa juga muncul dari warga sekitar. Mereka mempertanyakan mengapa penutup beton sudah dipasang, sementara sedimen dan sampah di bawahnya belum dibersihkan tuntas.

Selain menyoroti pelaksana proyek, warga juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi untuk turun tangan mengaudit pengerjaan. Mereka menduga minimnya pengawasan membuat kontraktor bisa menutup galian tanpa memastikan aliran berfungsi.

Beberapa warga menyebut pekerjaan terlihat sekadar “formalitas fisik”, bukan perbaikan fungsi.

“Kami butuh saluran yang benar-benar mengalir. Kalau hanya dipoles luarnya, percuma. Banjir itu yang kami hadapi, bukan seremonial proyek,” ungkap seorang warga.

Jalan Piere Tendean dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat hujan tinggi. Dengan kondisi aliran yang masih buntu namun sudah ditutup, warga semakin khawatir bahwa curah hujan mendatang akan memicu banjir lebih parah.

Beberapa video yang direkam warga menunjukkan genangan lama tidak surut akibat aliran air yang macet sejak sebelum proyek dimulai. Mereka berharap pekerjaan kali ini benar-benar menyelesaikan akar masalah, bukan hanya mengganti penutup drainase.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Griya Aksara Pratama maupun Dinas PU CKPP Banyuwangi belum memberikan klarifikasi terkait metode kerja, alasan penutupan dini, serta dugaan adanya pengerjaan yang tidak sesuai standar teknis drainase.

Publik meminta transparansi, termasuk dokumen RAB, spesifikasi material, dan tahapan pekerjaan, untuk memastikan proyek senilai ratusan juta rupiah ini benar-benar memberikan manfaat.

Redaksi : MSB.