Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Polemik terkait surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Banyuwangi kian memanas dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Surat edaran tersebut, yang mengatur jam operasional tempat2 Bilyard, Caffe2, Serta tempat Karaoke Keluarga.
Mereka menilai aturan yang tertuang dalam surat edaran itu berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha kuliner tanpa batas waktu.
Selain itu, para pelaku usaha juga mengkhawatirkan efek domino dari kebijakan tersebut, termasuk berkurangnya lapangan kerja serta menurunnya aktivitas ekonomi di malam hari. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dengan melibatkan dialog bersama para pelaku usaha.
Di sisi lain, pemerintah daerah disebut memiliki alasan tersendiri dalam mengeluarkan surat edaran tersebut, yang diklaim bertujuan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keseimbangan sosial di lingkungan masyarakat.
Namun hingga kini, perdebatan masih terus berlangsung. Sejumlah pihak mendorong adanya revisi atau penyesuaian kebijakan agar tidak merugikan salah satu pihak. Mereka juga meminta agar keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, pada dasarnya Pemda Banyuwangi tidak pernah melarang Toko Madura, untuk beroprasi
selama 24 jam, tapi kenapa sejak adanya pertemuan di Pemda beberapa waktu lalu timbul kegaduhan.
Situasi ini menunjukkan bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meredam polemik yang terus berkembang. Jika tidak segera menemukan titik temu, dikhawatirkan ketegangan akan semakin meningkat di tengah masyarakat.
Polemik ini pun menjadi perhatian luas, dan publik kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menyikapi gelombang protes yang terus menguat.
Awal mula dari surat edaran yang di keluarkan pemkab BWI mengundang beberapa pengusaha Mini Market, Bilyard dan Cafe2 yang terdampak surat edaran tersebut, maka munculah pernyataan agar warung Madura 24 jam di tertibkan juga.
hal tersebut membuat pemerhati Warung Madura MERADANG.
Pemerhati warung 24 jam / warung Madura Mujiono Mandar mengatakan bahwa seorang berinisial ” KDR ” beberapa waktu lalu Hadir pada pertemuan di Pemda Banyuwangi dan seseorang tersebut meminta agar toko Madura juga harus tutup, padahal selama ini toko Madura Tidak pernah sedikitpun ikut campur dalam urusan surat edaran tersebut, jadi tolong ” KDR ” jangan jadi provokator dan pihak Pemda juga jangan sampai terprovokasi, pinta Mujiono.
Usulan salah satu Pengusaha MINI MARKET ” KDR ” agar warung Madura yang buka 24 jam, Pengusaha ” KDR ” meminta agar di samakan buka dan tutup nya menuai Reaksi Keras dari beberapa TOKOH dan AKTIFIS MADURA.
KAMI TIDAK PERNAH MEMULAI PERMUSUHAN TAPI KALAU ADA YANG JUAL PASTI KAMI BELI….!!!.
Pemerhati warung Madura Mujiono Mandar juga berharap semua toko Madura tidak usah TAKUT buka seperti biasa 24 jam, jika nantinya tetap di samakan dengan Mini Market yang ada, bukan tidak mungkin KAMI ORANG MADURA siap mengepung seluruh Mini Market yang ada di Banyuwangi, tutup Mujiono Mandar.
SALAM SETONG DEREH.
Redaksi : KOKO.

