Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Warga di sekitar muara Pantai Kedung Derus, Dusun Krajan, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan sesosok pria lanjut usia yang telah meninggal dunia pada Minggu (8/3/2026) siang.

Korban diketahui bernama Suhaimi (70), seorang petani sekaligus pekebun warga Dusun Secawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.54 WIB, saat seorang warga berinisial NBS (31) bersama rekannya AR sedang memancing di muara Pantai Kedung Derus. Saat berada di lokasi, keduanya melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di aliran muara.

Setelah didekati, para saksi memastikan bahwa benda yang terapung tersebut merupakan sesosok jenazah manusia. Saksi kemudian segera melaporkan temuan itu melalui layanan darurat Polisi 110.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Kabat bersama piket Reskrim Polresta Banyuwangi, Tim Inafis Satreskrim Polresta Banyuwangi, serta tim medis dari Puskesmas Kabat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi penemuan. Sejumlah warga yang berada di lokasi akhirnya mengenali korban sebagai Suhaimi, warga Desa Dadapan. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans.

Setibanya di rumah duka, tim medis Puskesmas Kabat melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan satu luka lecet pada pelipis kanan serta dua luka lecet pada pelipis mata kiri, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Kapolsek Kabat AKP Badrodin Hidayat, S.H., M.H. menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Korban diketahui merupakan lansia yang mengalami kondisi dimensia dan kondisi fisik kaki yang sudah lemah, namun korban memiliki kebiasaan berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya,” ungkapnya.

Berdasarkan kondisi lokasi serta luka yang ditemukan, kuat dugaan korban terperosok dan membentur batu atau padas di sekitar muara pantai, hingga akhirnya meninggal dunia.

Meski demikian, pihak kepolisian sebenarnya menyarankan dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan secara resmi menolak tindakan autopsi dengan membuat surat pernyataan.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Editor : Koko.