Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi, 28 Juni 2026 – Semarak HUT POLRI atau Bhayangkara Ke-80 diselenggarakan serentak dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Banyuwangi Jawa Timur. Rangkaian Kegiatan Semarak HUT POLRI Ke-80 diantaranya:

– Upacara bendera dan Pemuliaan Panji Kepolisian

– Penghargaan anggota berprestasi & pemberian Hoegeng Award

– Bakti sosial: donor darah, pembagian sembako, layanan kesehatan & kesehatan gigi gratis

– Ziarah ke Taman Makam Pahlawan & doa lintas agama

– Olahraga, pentas seni lokal, bazar UMKM, dan kolaborasi bersama TNI

– dan kegiatan lainnya

Peringatan HUT POLRI ke‑80 dengan semangat kelanjutan visi “Polri Presisi” yaitu Profesional, Responsif, Terpercaya, Integritas, Modern, dan Solutif ini bukan sekadar pesta, melainkan momen refleksi, penguatan sinergi Polri‑Masyarakat, dan pembaruan janji pelayanan.

Yang menarik adalah pada peringatan HUT Polri Ke-80 tahun ini bukan hanya dilakukan oleh internal Korp Bhayangkara, melainkan juga oleh organisasi Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Counter Polri yang turut mengadakan kegiatan yaitu Doa dan Sholawat Akbar HUT Polri Ke-80 bertempat di Lapangan Lugjak Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan doa dan sholawat akbar yang diadakan PW Fast Respon Nusantara ini adalah yang ke empat kalinya. Dan untuk tahun 2026 ini akan menjadi acara yang meriah dan istimewa untuk menyambut HUT POLRI Ke-80, karena dihadiri oleh para petinggi POLRI baik dari pusat dan daerah, termasuk juga kepala daerah provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Banyuwangi.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum PW Fast Respon Nusantara (FRN)

R. Mas MH Agus Rug. Astrodiarjo, S.H., M.H. (Agus Flores) bahwa acara ini akan menjadi peringatan HUT Polri terbesar di Banyuwangi Jawa Timur.

“Doa dan shalawat ini akan diisi oleh salah satu majelis sholawat terbesar dan terkenal di Banyuwangi yang jama’ah nya ribuan. Dilihat panggungnya saja seperti Konser Musik, ada video tron yang menampilkan Kapolri dan Ibu, serta para petinggi POLRI dan tamu undangan. Kegiatan ini juga rencananya akan dihadiri tamu dari Perwakilan Cendana, sudah hubungi saya tadi,” jelas Agus Flores.

Lanjutnya, 14 banner jenderal akan memenuhi Lapangan Lukjak RTH Penatigan Rogo Jampi, Banyuwangi Jawa Timur. Acara juga akan disuguhkan dengan pengibaran 80 bendera merah putih, 60 bendera sholawat dan ditutup dengan kembang api.

“Agus ini hanya bagian terkecil, yang terbesar suksesnya acara ini adalah dukungan dari Korlantas Polri, Kapolda Jabar Bang Pipit dan Kapolda Kalteng Bang Iwan. Suport moril datang dari Kadiv Humas Polri, Kapolda Jateng, Jajaran Kabareskrim, Dirtipiter Bareskrim Polri dan Kapolresta Banyuwangi,” tegasnya saat ditemui di lokasi acara.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua DPW FRN Jawa Barat, RMA. Herry S.A (Prabu Mahesa) mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu dukungan moril kepada Korps Bhayangkara di momen hari lahirnya yang ke 80. Dan ini adalah yang ke empat kalinya acara doa dan shalawat HUT POLRI diadakan.

Ia pun menjelaskan bahwa organisasi PW Fast Respon Nusantara FRN yang dilahirkan oleh Agus Flores dan salah satu jenderal Polri ini bukan hanya sekedar mitra, melainkan organisasi Counter Polri yang selama ini berjuang keras untuk menjaga Marwah Bhayangkara tetap mendapatkan tempat dan dicintai masyarakat.

“Kami FRN bukanlah mitra POLRI seperti umumnya yang tugasnya hanya menerima dan menaikkan berita berita rilis dari Humas Polri baik pusat maupun daerah. Tapi kami melakukan kerja lebih dari itu, yaitu kami membuat berita, publikasi melalui media-media online, media sosial dan lainnya. Kami FRN juga sebagai organisasi yang menjadi Counter Polri yaitu sebagai penyeimbang dan pemberi informasi yang sebenarnya (faktual) kepada masyarakat terkait isu-isu negatif yang menyerang Korps Bhayangkara. Karena apa? Masih banyaknya isu atau opini yang memang bermuatan destruktif yang dibangun oleh pihak-pihak tertentu untuk situasi menjadi tidak kondusif,” ungkapnya.

Para Pengurus dan Anggota FRN di seluruh Indonesia, lanjutnya, secara aktif dan langsung telah menjadi tameng bagi Korps Bhayangkara ini yaitu berupaya bagaimana caranya untuk “Menjaga nama dan Marwah Korps” ini tetap baik. Dan itu bagian dari loyalitas dan militansi pengurus dan anggota sejalan dengan isi AD ART FRN.

“Kami tetap menjalankan tugas sebagai jurnalis untuk menjaga independensi, namun kami harus sampaikan secara berimbang, proporsional dan yang terpenting adalah sebuah pemberitaan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebagai media Counter Polri kami beritakan hal hal baik juga yang tidak baik sesuai fakta, dengan maksud untuk membantu Bapak Kapolri dan jajaran nya dalam upaya pembenahan internal Polri untuk menjadi lebih baik sesuai mottonya Rastra Sewakottama artinya Pelayan Utama Bangsa, yang merupakan inti dari Tri Brata pedoman hidup seluruh anggota,” ujar Prabu yang menjelaskan secara khusus tugas pokok pengurus dan anggota FRN.

Prabu Mahesa yang juga pendiri dan Pemimpin Redaksi media online dan chanel media sosial SwaraJabar.id berharap khususnya kepada para Pimpinan POLRI baik pusat maupun di daerah dapat tetap bersinergi dengan baik dengan FRN dan mendukung penuh program FRN, karena yang dilakukan pengurus dan anggota FRN semata-mata untuk menjaga dan menaikkan citra positif Korps Bhayangkara di masyarakat, sesuai pesan dan instruksi Bapak Kapolri.

“Doakan kami semoga acara doa dan sholawat HUT Polri ke 80 ini berlangsung lancar dan sukses, dihadiri oleh masyarakat khususnya umat Islam yang bersama sama hadir untuk mendoakan Polri khususnya para Pimpinan POLRI,” tutupnya.

Sumber : FRN Jawa Barat.

Editor : Koko.