Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi, 12 April 2025 — Aktivitas Banyuwangi Creative Market (BCM) yang digelar rutin setiap Minggu pagi di Taman Blambangan semakin menunjukkan geliatnya. Keramaian pengunjung yang terus meningkat turut menarik minat pelapak baru untuk ikut mengais rezeki di kawasan tersebut. Namun, kehadiran sejumlah pedagang baru yang membuka lapak di trotoar tanpa koordinasi mulai menimbulkan persoalan penataan.
Ketua Paguyuban BCM Taman Blambangan, Rachmat, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui kedatangan para pelapak baru tersebut. Ia menyebut, para pedagang tersebut langsung menggelar dagangan tanpa pemberitahuan kepada pengurus paguyuban.
“Kami tidak tahu ketika mereka datang dan langsung membuka lapak. Sebenarnya tidak ada masalah dengan pelapak baru, justru kami senang jika semakin banyak yang bergabung. Namun, sebaiknya tetap ada koordinasi agar penataan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Rachmat, BCM Taman Blambangan telah memiliki sistem paguyuban yang mengatur tata letak dan jenis dagangan agar tetap rapi, tertib, dan nyaman bagi pengunjung. Kehadiran pelapak tanpa koordinasi dikhawatirkan dapat mengganggu keteraturan yang selama ini sudah dibangun.
Sementara itu, sejumlah pelapak baru mengaku sebelumnya berjualan di kawasan Jalan Ahmad Yani setiap Minggu pagi. Namun, karena sepinya pembeli di lokasi tersebut, mereka mencoba peruntungan dengan berpindah ke Taman Blambangan yang dinilai lebih ramai.
“Kami biasanya jualan di Ahmad Yani, tapi belakangan sepi. Di sini kelihatannya lebih ramai, jadi kami coba pindah,” ujar salah satu pelapak.
Rachmat menambahkan, keberadaan paguyuban bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjaga keberlangsungan BCM agar tetap tertata dan berkelanjutan. Ia berharap para pelapak baru dapat segera berkoordinasi dengan pengurus agar dapat diakomodasi dengan baik.
“Kami terbuka untuk siapa saja, tapi tetap harus ada komunikasi. Kalau semua tertata, pengunjung nyaman, pedagang pun akan sama-sama diuntungkan,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya antusiasme pelaku usaha kecil untuk bergabung, diharapkan sinergi antara pelapak lama dan baru dapat terjalin demi menjaga wajah BCM sebagai ruang kreatif dan ekonomi kerakyatan yang tertib dan inklusif di Banyuwangi.
Editor : Koko.

