Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi, 9 November 2025 – Tradisi Petik Laut di kampung Mandar merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur para nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah serta keselamatan selama melaut. Tradisi ini juga menjadi wujud doa bersama agar laut senantiasa memberi rezeki dan terhindar dari marabahaya.

Berikut adalah penjelasan singkat dari salah satu tokoh masyarakat Kampung Mandar, Mujiono ( Muji Mandar )

Makna Tradisi Petik Laut Kampung Mandar

Petik Laut adalah ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat pesisir, khususnya para nelayan suku Mandar, untuk mensyukuri hasil tangkapan ikan dan memohon keselamatan di masa mendatang. Tradisi ini biasanya dilakukan sekali dalam setahun, setelah musim panen ikan atau pada waktu tertentu yang dianggap baik menurut adat setempat.

Rangkaian Kegiatan

1. Persiapan Sesajen dan Doa Bersama

Nelayan menyiapkan sesajen berupa hasil bumi dan laut, nasi tumpeng, buah-buahan, dan kepala kambing atau ayam. Doa bersama dipimpin oleh tokoh adat atau ulama untuk memohon keberkahan dan keselamatan.

 

2. Arak-Arakan dan Pelepasan Sesajen ke Laut

Setelah doa, sesajen diletakkan di perahu hias, lalu diarak menuju tengah laut. Di sana sesajen dihanyutkan sebagai simbol persembahan dan rasa syukur.

 

3. Pesta Rakyat

Usai ritual, masyarakat mengadakan hiburan rakyat seperti lomba perahu, tarian tradisional, musik rebana, dan makan bersama, memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.

Nilai-Nilai yang Terkandung

Rasa syukur atas rezeki yang diperoleh dari laut.

Kebersamaan dan gotong royong antarwarga pesisir.

Pelestarian budaya dan tradisi leluhur.

Penghormatan terhadap alam, khususnya laut sebagai sumber kehidupan.

 

 

Koko.