Mediasuarabangsa.com //Songgon – Di tengah terik dan kerasnya pekerjaan fisik di aliran Sungai Binau, semangat seorang ibu Ketua RW justru menjadi nyala yang paling terang di antara ratusan tangan yang membangun.

Songgon Koramil 0825/20 Senyap pagi belum sepenuhnya pergi ketika Kapten Kav Andoko, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, sudah berdiri tegak memimpin apel di tepi Sungai Binau, Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jum’at (03/04/2026). Hari ke-7 pelaksanaan Karya Bakti TNI Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi itu berjalan tanpa jeda, tanpa alasan. Komandan turun langsung ke lapangan, bahu-membahu bersama anggota Koramil dan warga, membuktikan bahwa seragam loreng bukan pajangan seremonial—melainkan pakaian kerja yang sesungguhnya.

“Di antara sekian banyak lelaki yang hadir, satu sosok perempuan—Ketua RW 005 Dusun Krajan—hadir, berbaris, dan bekerja tanpa mengeluh satu patah katapun. Kehadirannya bukan sekadar simbolis; ia adalah tamparan halus namun keras bagi siapa saja yang masih meremehkan kata ‘gotong royong’.”

Kegiatan hari ke-7 ini dihadiri oleh jajaran lintas Koramil—dari Koramil 0825/08 Srono, 12 Rogojampi, 13 Singojuruh, 14 Kabat hingga 0825/19 Sempu—bersama Pasiter dan Bati Bhakti TNI Staf Kodim 0825/Banyuwangi. Hadir pula Kepala Dusun Krajan, Bp. Nanang, dan Kepala Dusun Gumukcandi, Bp. Muhklis, beserta warga kedua dusun yang meluangkan waktu dan tenaga tanpa diminta dua kali. Solidaritas itu terasa nyata: bukan karena perintah, melainkan karena mereka tahu betul apa artinya sebuah jembatan bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Pekerjaan fisik hari ke-7 terbilang berat namun terstruktur—pemasangan siklop pondasi, pengecoran beton dan blok pilon, pembesian kolom, pemindahan material batu pondasi, hingga pemasangan pondasi batu belah dikerjakan secara paralel dengan semangat yang tidak pernah kendur. Jembatan yang tengah dibangun melintasi aliran Sungai Binau ini bukan sekadar konstruksi beton dan besi—ia adalah urat nadi yang akan menghubungkan Dusun Krajan dengan Dusun Gumukcandi, membuka akses warga menuju puskesmas, pasar tradisional, sekolah, dan kebun mereka. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, lancar, dan aman—perpaduan disiplin TNI dengan kehangatan gotong royong warga yang menjadi bukti nyata: pembangunan sejati selalu lahir dari kebersamaan.

 

KODIM Banyuwangi semakin produktif.

Editor : Koko.