Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Pernyataan Wakil Bupati (Wabup) terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram memicu kegaduhan di tengah masyarakat Banyuwangi. Ucapan yang dinilai tidak tepat tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan menimbulkan beragam reaksi dari warga.

Dalam pernyataannya, Wabup sempat mengantakan MENJAMIN bahwa GAS LPG 3 kg Saya pastikan aman hingga lebaran H+7 dan yang lebih menyakitkan hati masyarakat WABUP menyebut bahwa kelangkaan LPG 3 kg terjadi akibat perilaku masyarakat yang dianggap melakukan pembelian berlebihan. Namun, pernyataan itu justru menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, beberapa pengecer dilaporkan kehabisan stok lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini membuat harga di tingkat pengecer melonjak, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Bukan kami yang menimbun, tapi memang barangnya sulit dicari. Kalau pun ada, harganya sudah mahal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akhirnya memberikan klarifikasi. Disebutkan bahwa pernyataan Wabup tersebut merupakan kekeliruan dalam penyampaian dan tidak dimaksudkan untuk menyalahkan masyarakat.

Pemerintah daerah juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk agen dan distributor, guna memastikan distribusi LPG 3 kg kembali lancar dan merata.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik menilai bahwa pejabat publik seharusnya lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan, terutama terkait kebutuhan pokok masyarakat. Kesalahan komunikasi, menurutnya, dapat memperkeruh situasi dan menurunkan kepercayaan publik.

Hingga saat ini, upaya penanganan kelangkaan masih terus dilakukan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat berjalan lebih stabil.

By : Koko