Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Aktivis senior Ir. Eko Sukartono, menegaskan pentingnya Kode Etik Jurnalistik sebagai pilar utama yang menjaga kualitas dan integritas dunia pers di Indonesia. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi, wartawan dituntut untuk semakin disiplin menerapkan prinsip-prinsip dasar yang telah digariskan dalam kode etik.
Eko Sukartono menyampaikan bahwa Kode Etik Jurnalistik merupakan pedoman moral sekaligus rambu-rambu profesional yang wajib dipatuhi setiap wartawan. “Tanpa kode etik, jurnalisme bisa kehilangan arah dan kepercayaan publik akan melemah. Masyarakat membutuhkan informasi yang benar, bukan sekadar sensasi,” ujarnya.
Ia kemudian menjabarkan sejumlah poin penting dalam Kode Etik Jurnalistik.
Pertama, wartawan harus mengedepankan kebenaran dan akurasi, memastikan setiap informasi yang disajikan telah melalui proses verifikasi yang jelas.
Kedua, prinsip objektivitas menjadi keharusan. Wartawan tidak boleh memihak dan harus menjaga keberimbangan dalam setiap pemberitaan.
Ketiga, insan pers dituntut untuk tetap mandiri dan bebas dari intervensi pihak mana pun, termasuk menolak segala bentuk suap atau imbalan.
Keempat, Eko menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan sumber, sebagai wujud perlindungan terhadap individu yang memberi informasi.
Kelima, dalam setiap publikasi, wartawan wajib menjaga hak dan martabat manusia, menghindari konten yang merendahkan atau merugikan pihak tertentu.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa menyebarkan informasi palsu atau memfitnah merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak reputasi seseorang dan merugikan publik.
Terakhir, ia menegaskan perlunya transparansi dalam kerja jurnalistik, agar publik memahami sumber informasi serta proses penyusunan berita.
Ir. Eko Sukartono, menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh insan pers untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kode etik demi menjaga marwah jurnalisme. “Media adalah pilar demokrasi. Ketika jurnalis bekerja dengan etika, masyarakat mendapatkan manfaat, dan negara menjadi lebih kuat,” pungkasnya.
Koko.

