Mediasuarabangsa.com //Banyuwangi – Sebuah informasi beredar di kalangan pendidikan Kecamatan Purwoharjo terkait adanya permintaan penggalangan dana yang mengatasnamakan bantuan sosial untuk murid kurang beruntung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ada ajakan untuk memberikan sumbangan yang disebut akan disalurkan kepada siswa kurang mampu. Namun sumber dana yang diminta tersebut disebut-sebut dibebankan kepada seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Purwoharjo.

Beberapa kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya mengaku menerima informasi tersebut dan mempertanyakan mekanisme penggalangan dana tersebut.

“Katanya untuk bantu murid kurang beruntung, tujuannya baik. Tapi kami sebagai kepala sekolah diminta untuk ikut urunan. Kami bingung apakah ini program resmi atau inisiatif pribadi,” ujar salah satu sumber.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait apakah penggalangan dana tersebut merupakan program resmi Kecamatan Purwoharjo, Dinas Pendidikan, atau hanya kesalahpahaman komunikasi di lapangan.

Pihak Kecamatan Purwoharjo dan Camat Purwoharjo masih berupaya dikonfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut, termasuk terkait mekanisme, besaran, dan peruntukan dana yang dimaksud.

Praktisi pendidikan di Banyuwangi menilai, bantuan untuk murid kurang beruntung adalah hal positif yang harus didukung, namun harus dilakukan secara transparan, sukarela, dan tidak membebani pihak sekolah.

“Kita dukung semua bentuk kepedulian sosial. Tapi alangkah baiknya jika dilakukan terbuka, ada surat resmi, dan tidak bersifat wajib. Sehingga tidak menimbulkan persepsi yang kurang baik di masyarakat,”ungkapnya.

Tim redaksi masih terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar informasi ini berimbang dan jelas duduk perkaranya.

Redaksi